“Harry
Styles,” Miki berbisik; lebih kepada dirinya sendiri. Lelaki dengan mata hijau
yang familiar itu menatapnya, untuk pertama kali setelah sekian lama.
“I
can’t, Miki. I can’t.” Dan itulah yang akhirnya keluar dari mulu Harry, setelah
sekian lama. Mata hijau itu berbicara, mata hijau itu jujur—dan sialnya, Miki
tahu itu.
Sampai
akhirnya air mata itu turun; inilah pertama kalinya Miki melihat seorang Garry
Styles menangis dari hati—menangis karena perasaannya. Atau kau mau lebih
spesifik lagi?
Harry
Styles menangis karena Miki Johnson.
Dan
saat itulah Miki membiarkan hatinya bergerak; ia berjalan mendekat dan memeluk
Harry dengan kedua lengan kecilnya. Ia bisa merasakan badan Harry yang tegang,
dan dengan instan menjadi lebih rileks karena detik berikutnya, kedua lengan
kuat milik Harry sudah mendekapnya. Hangat, dan saat itu Miki tahu ia bisa
mempercayai Harry.
“I
love you.” Ucap Miki, sambil memejamkan matanya dan menyembunyikan kepalanya di
pundak milik Harry. Miki tidak bisa melihatnya, tapi ia tahu Harry tersenyum
diantara air matanya sebelum berkata,
“I
love you, too.”